Meskipun ini berat, meninggalkan SIPLHO yang telah banyak
mengajari hal2 yang tidak aku terima di perkuliahan. Lebih tepatnya pelajaran
kehidupan. YA, aku banyak belajar dari teman2 SIPLHO. Meskipun juga hanya aku,
leila, dan mbak maya yang cewek, dan yang lainnya adalah cowok. Berat hati ini
bang T.T
Sebelum memutuskan hal gila ini, aku harus bergalau dengan
pikiran. Menimbang-nimbang manfaat dan mudharat jika aku memutuskan untuk
pergi. Membuat keputuskan itu tidak mudah. Apalagi jika kamu orang islam yang
pernah mengetahui ada sebuah ayat yang berkata : “sesungguhnya apa yang kamu
kira baik, belum tentu baik bagimu. Dan yang kamu kira buruk, belum tentu buruk
bagimu. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui . “
Coba loe ada di posisi gue. Galau gak sih loe? Akhirnya aku melakukan sholat istikharah. Untuk mengetahui apa jawaban Allah yang kira2 tepat untukku. Sebenernya masih 2 kali sih, dan hasilnya aku malah bermimpi aneh -_- Yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan siplho. Hadeeee
Coba loe ada di posisi gue. Galau gak sih loe? Akhirnya aku melakukan sholat istikharah. Untuk mengetahui apa jawaban Allah yang kira2 tepat untukku. Sebenernya masih 2 kali sih, dan hasilnya aku malah bermimpi aneh -_- Yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan siplho. Hadeeee
Ketika nanti aku sudah
tidak menyandang gelar SIPLHO di belakang namaku, apakah aku siap?
Bagaimana dengan semua grup SIPLHO yang mendaftarkan aku sebagai salah satu anggotanya? Bagaimana jika mereka ngepost sesuatu tentang akan ada bazar stand yang mengharuskan kita para marketer bekerja? Akankah kebersamaan itu masih ada?
Bagaimana jika ada temanku yang punya masalah laptop? apakah aku masih mau menanganinya walau aku bukan SIPLHO lagi?
Bagaimana tanggapan orang2 SIPLHO jika kita bertemu di jalan? Apakah akan ada rasa canggung?
Bagaimana dengan semua grup SIPLHO yang mendaftarkan aku sebagai salah satu anggotanya? Bagaimana jika mereka ngepost sesuatu tentang akan ada bazar stand yang mengharuskan kita para marketer bekerja? Akankah kebersamaan itu masih ada?
Bagaimana jika ada temanku yang punya masalah laptop? apakah aku masih mau menanganinya walau aku bukan SIPLHO lagi?
Bagaimana tanggapan orang2 SIPLHO jika kita bertemu di jalan? Apakah akan ada rasa canggung?
Oke cukup. Sebenernya itu hanyalah pikiran alayku saja.
SIPLHO tidak sejahat itu kook~ mereka adalah orang2 yang telah dipilih untuk
mewarnai kanvas kehidupanku. Sudah aku anggap keluarga sendiri malah. Lagian
aku tidak benar2 meninggalkan SIPLHO untuk selama-lamanya kan? Aku masih
tinggal di Surabaya. Aku hanyalah ingin vakum atau OFF terlebih dahulu dari
tanggungjawabku mengejar target pelanggan. Dan itu ada beberapa alasan kuat
yang mendasarinya.
SIPLHO tanpa aulia, seperti sebelum kedatanganku disana,
mereka baik2 saja. Bahkan ketika aku di SIPLHO, keadaan tidak banyak berubah.
Hahaha.
Tolong jangan berpikir aku vakum dari SIPLHO karena ada
suatu konflik besar. InsyaAllah bukan kerana itu. Ini hanyalah masalah passion.
Dan aku menayadari bukan passion aku ketika aku harus mengkomunikasikan laptop
dan segenap permasalahannya. Disini tugas marketer adalah mencari pelanggan dan
melakukan komunikasi. Namun, kadangkala bahkan seringkali aku belum
melakukannya dengan baik. Hal itu karena kesalahpahaman antara teknisi dan
marketer. Karena aku juga belum menguasai ilmu IT padahal marketer wajib
menguasainya. Jadi bayangin aja, kalian berkomunikasi tapi kalian tidak tahu
ilmu yg akan kalian komunikasikan? Lalu kalian ngapain?? Wkwkwk hanyalah
lelucon belaka. Apa kalian hanya omong kosong? Lalu apa bedanya dengan sales
yang mendatangi rumah-rumah ? meskipun ilmu IT juga dapat dipelajari dengan
otodidak, aku sendiri tidak yakin dengan hal itu. Aku sudah memilih untuk
terjun di dunia medis dan obat-obatan. Masih banyak pengetahuan tentang
kesehatan yang belum aku tahu. Dan dibandingkan dengan ilmu IT, aku jauh lebih
menyukai ilmu kesehatan. Itulah passion yang membuat aku nyaman. :)
Akibat dari
komunikasiku yang masih salah kaprah itu, membuat para pelangganku merasa
kecewa. Berulang kali aku sudah mencoba untuk memperbaiki hal ini, namun hal
itu tidak berlangsung lama. Jika ditarik dari masalah2 yang menimpaku, lalu
ditarik benang merahnya, sebenarnya masalahnya hanyalah itu-itu saja.
Kesalahpahaman teknisi-marketer, knowledge IT, dan sistem internal yang labil.
Akhirnya pelanggan yang aku tangani banyak merasa kecewa. Jauh dari niat awalku
yang ingin membantu orang lain menangani masalah laptopnya. Huhuhuu aku merasa
sedih sekali dengan poin yang satu ini. Bukan malah bermanfaat bagi sesama,
tapi... :(
Maka dari itulah, aku berniat untuk vakum saja dari SIPLHO.
Meskipun aku sudah full target bulan november kemaren. Aku masih merasa
bersalah kepada temanku yang aku kecewakan. Memang kekanak-kanakan sekali
sikapku ini. Yang masih menggunakan perasaan daripada pikiran ketika dihadapkan
suatu masalah. Memang inilah aku, yang selalu tidak tega ketika melihat orang
lain bersedih. Inilah aulia, mas ._.
Yang disayangkan ketika aku keluar SIPLHO adalah.. aku
mungkin tidak akan lagi mendapat mentoring dari seorang pakar komunikasi hebat
sekaligus owner SIPLHO corp, mas riza. Mungkin juga aku tidak akan disibukkan
lagi dengan hal2 seperti menjemput laptop, menangani masalah pelanggan yang
komplain, bercanda riang dengan rekan
SIPLHO lain.. hal2 kecil seperti itulah yang membuat rindu J mereka sudah seperti
keluargaku sendiri bung.
Namun apa boleh buat. Aku tidak boleh stagnan di satu titik
kegalauan ini terus. Aku harus move. InsyaAllah aku akan mencari kesibukan lain
yang lebih memberi manfaat. Bagiku dan bagi orang lain juga. Aku akan mencoba
hal-hal baru lain dan menantang adrenalinku ketika ada masalah menguji. Oke
oke? Jangan sedih lagi ya aulia hehehe :)
