Tragedi Februari Runtuh

Semester 5 ini mungkin bisa disebut semester "hijrah" kali yaa hehe. Mengingat kisah cintaku yang berakhir tragis membuatku move on ke kehidupan yang lebih terarah *tjie

Bisa disebut beruntung bahwa aku pernah juga merasakan cinta kepada lawan jenis.
Cinta itu fithrah. Alami terjadi pada setiap manusia. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan *bodohnya aku* yang menjadikan cinta itu tak lagi suci. Cinta itu telah terkotori dengan nafsu yang terturuti tanpa tahu arah dan tujuan. Sekian lama kami bersenang - senang diatas kehidupan fana, namun Tuhan tak segera menyadarkanku. Sampai akhirnya tragedi itu terjadi.
Aku menyebutnya "Tragedi Februari Runtuh". Tragedi yang terjadi di Bulan Februari, yang membuat kehidupanku serasa runtuh dikala itu. Ketika tak ada lagi orang yang menemani beradu jempol, tak ada lagi orang yang bisa membuatku tertawa ketika kesedihan melanda, tak ada lagi orang yang membuatku melayang karena kata-kata indahnya. Ya, orang itu pergi. Pergi begitu saja tanpa pamit. Dan dia kembali dengan membawa oleh-oleh berupa foto mesra bersama bidadari cantik lainnya.
Siapa yang tak mengira kisah indah ini hanya berakhir dengan sebuah foto? Berkali-kali kuyakinkan diriku bahwa hal ini tidaklah benar. Ini hanyalah sebuah mimpi di siang bolong. AKu mencoba mencubit tanganku berulang kali, namun aku tak segera terbangun. Kucoba lagi kutampar wajahku, namun aku tak segera terbangun pula. Ada apa ini? Aku mencari keseimbangan yang rupanya telah oleng. Dan beberapa detik kemudian, tangisanku pun pecah.  Huaaaaa. Aku tak sanggup menguasai diri. Yang kubisa hanyalah menangis, menangisi bodohnya diriku yang telah tertipu.

Begitulah "Tragedi Februari Runtuh" yang mengawali Semester 5 ku ini. Sampai beberapa bulan berlalu aku masih terluka. Aku masih trauma bahkan untuk sekedar bertegur sapa "hay" dengan dirinya. Sungguh aku tak mau mengenalnya lagi. Bila saja ada daftar "Blacklist people in life", langsung saja kudaftarkan dia di urutan pertama. Hahaha

Setelah Tragedi itu, aku banyak merenung. Mengapa Allah sengaja memberiku ujian ini? Apa yang Allah mau?
Setelah aku tersadar, aku temukan jawabannya. Ternyata Allah masih sayang kepada hamba-Nya. Allah tidak mau aku terjebak dalam cinta buta yang hanya menampilkan kesenangan fana. Tidak abadi. Haram pula. Allah juga sudah peringatkan di Al Quran :
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (QS Al-Isra :32)

Perbuatan zina sudah jelas diharamkan. Perbuatan "mendekati zina" ternyata juga sama dilarangnya. Mendekati zina disini bukan hanya berpegangan tangan ataupun bersentuhan badan, namun sudah diperluas maknanya. Bisa dalam bentuk zina mata (saling berpandangan), zina pikiran (contohnya : wanita yang suaranya dilembut-lembutkan, akan menimbulkan pikiran negatif pada pria. wanita yang membuka auratnya, akan menimbulkan pikiran jorok pada pria), ataupun zina hati.

Termasuk juga pacaran. Hati-hati juga karena sekarang ini pacaran sudah banyak bentuknya. Pacaran sayang-sayangan, pacaran kakak-adekan, pacaran islami, dll. Apapun jenisnya, yang dinamakan pacaran itu ya haram. Karena dalam pacaran tidak memungkinkan 2 orang itu tidak melakukan bentuk-bentuk zina sperti yang saya paparkan diatas.

Allah masih menyayangi hamba-Nya. Buktinya, setelah aku mendapat ujian berat ini, aku dihadapkan dengan kehidupan yang mengantarkanku pada kelembutan islam. Aku dipertemukan dengan muslimah-muslimah yang mengajariku banyak hal tentang agama ini. Aku menata kembali hidup yang sempat berantakan. Menggabungkan lagi serpihan hati yang sempat tercerai berai.

Kini lukaku telah sembuh. Aku sudah dapat menyongsong hari dengan semangat. Menggapai mimpi-mimpi yang tergantung di angkasa. Dan aku yakin, cinta yang benar akan membawaku ke kebahagiaan abadi. Yaitu cinta yang sudah dipilihkan oleh-Nya. Cinta yang dapat mengantarkan kami ke surga. Nanti lah, pasti ada waktunya ~

(pict from : https://linazahrah.wordpress.com/2014/02/04/ujian-itu-pasti/)

Cerita dibalik seblak

Ujan-ujan gini, di dalem rumah enaknya makan seblak. Anget, pedes, hmmm maknyus deh. Waktu makan seblak ini, jadi keinget cerita deh. Jadi dulu, sebelum aku merasakan lezatnya makanan sunda ini, aku sempet memandangnya rendah. Hal ini karena aku terkena hasutan orang lain *yang sebenernya baru kenal juga sih*, jadi dia bilang bahwa seblak itu kagak enak. "halah makanan apaan itu. kerupuk dikasih aer, dikembangin, trus jadi kenyel2 gitu. iihh aneh banget deh rasanya. kagak usah coba-coba deh mbak," nasehat orang itu kepadaku.
aku yg saat itu tidak tau apa-apa, tak bisa bayangkan gimana bentuknya, gimana teksturnya. Nama "seblak" aja baru tau gara2 lewat depan gang tadi. Aku pun jadi berpikiran aneh. Image "seblak" langsung rendah dalam pikiranku.

Pikiran negatif itu terhapuskan setelah aku mencoba mencicipinya seujung sendok milik teman. (yang sebelumnya itu kuhasut juga dia untuk tidak membeli makanan aneh itu). Yang kurasakan adalah, rasanya kenyal, pedas, dengan bumbu rahasia yang teracikkan dengan apik. Rasanya nagih! hmmm jadi aku sudah salah paham dengan seblak selama ini. Kukira akan seperti yang dikatakan mbak-mbak itu.

dari sini, bisa diambil hikmah. Untung yang kita bicarakan masih kejelekan makanan, bagaimana bila yang kita bicarakan adalah kejelekan sifat orang lain. Dalam islam, hal ini disebut ghibah (menggunjing). Hal ini tentunya tidak baik. Islam melarang keras orang yang suka membicarakan aib orang lain seperti yang tertera pada Al QUran :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?" (QS Al-Hujurat : 12)

Astagfirullah.. perumpamaan orang yang suka bergunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati. Saya pastikan disini tidak ada yang mau memakan kan(?) hehe

Ghibah ini secara tidak sadar, sering kita lakukan atau paling tidak sering kita mendengar ghibah orang-orang didekat kita. Menurut artikel yang saya baca, orang yang mendengar ucapan ghibah juga turut memikul dosa ghibah itu sendiri. Kecuali jika dia mengingkarinya dengan lisan, atau bila ada kesempatan, obrolan tersebut berusaha dialihkan dengan topik lain yang lebih bermanfaat.
“Dan apabila mereka mendengar Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi Kami amal-amal Kami dan bagimu amal-amalmu, Kesejahteraan atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil".(Q.S. Al Qhashas : 55)

Orang-orang yang menolak ghibah atas saudaranya mendapat balasan yang sangat besar di hadapan Allah SWT. Nabi bersabda : "Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api Neraka dari wajahnya”. (Hadits Riwayat Ahmad).

Rasulullah SAW juga pernah bersabda : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbicara yang baik atau lebih baik diam saja." Wallahu A'lam.

Namun, tidak semua hal yang membicarakan keburukan orang lain dikategorikan ghibah yang haram. Pada batas tertentu, ghibah ada yang diperbolehkan. Contohnya adalah ketika memilih seorang pemimpin, kita timbang baik buruknya agar terhindar juga suatu kemungkaran yang lebih besar. Atau jika sesorang merasa terdzalimi atau membutuhkan bantuan, boleh diceritakan kepada aparat atau pihak lain yang mempunyai wewenang mengakhiri kedzaliman tersebut.

Bagaimanapun juga, hindarkan perilaku ghibah sebisa mungkin. Jika kita berada di suatu forum yang tidak bermanfaat, isinya membicarakan aib orang lain, yang bisa kita lakukan adalah :
1. mengganti ke topik yang lebih bermanfaat
2. menjelaskan bahaya menggunjing orang lain
3. tinggalkan forum tersebut

tidak hanya pada forum kecil maupun besar, sebisa mungkin kita jauhi acara TV infotainment yang kontennya adalah membicarakan aib kehidupan artis yang sebenarnya si artis yang bersangkutan tersebut merasa terganggu terhadap pemberitaan dirinya. tidak masalah jika yang dibicarakan adalah prestasi2nya yang membuat kita ikut termotivasi. namun yang menjadi masalah disini, kebanyakan acara infotainment tersebut menyiarkan berita yang menggambarkan kejelekan public figure bahkan yangterparah ada yang mengada-ngada. hati-hati, karna hal itu dapat berujung pada fitnah.
Sedini mungkin, mari kita jaga lisan kita agar terhindar dari ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat. Wallahua'lam bishowab.
 
Sang Pemimpi Blog Design by Ipietoon