Ujan-ujan gini, di dalem rumah enaknya makan seblak. Anget, pedes, hmmm maknyus deh. Waktu makan seblak ini, jadi keinget cerita deh. Jadi dulu, sebelum aku merasakan lezatnya makanan sunda ini, aku sempet memandangnya rendah. Hal ini karena aku terkena hasutan orang lain *yang sebenernya baru kenal juga sih*, jadi dia bilang bahwa seblak itu kagak enak. "halah makanan apaan itu. kerupuk dikasih aer, dikembangin, trus jadi kenyel2 gitu. iihh aneh banget deh rasanya. kagak usah coba-coba deh mbak," nasehat orang itu kepadaku.
aku yg saat itu tidak tau apa-apa, tak bisa bayangkan gimana bentuknya, gimana teksturnya. Nama "seblak" aja baru tau gara2 lewat depan gang tadi. Aku pun jadi berpikiran aneh. Image "seblak" langsung rendah dalam pikiranku.
Pikiran negatif itu terhapuskan setelah aku mencoba mencicipinya seujung sendok milik teman. (yang sebelumnya itu kuhasut juga dia untuk tidak membeli makanan aneh itu). Yang kurasakan adalah, rasanya kenyal, pedas, dengan bumbu rahasia yang teracikkan dengan apik. Rasanya nagih! hmmm jadi aku sudah salah paham dengan seblak selama ini. Kukira akan seperti yang dikatakan mbak-mbak itu.
dari sini, bisa diambil hikmah. Untung yang kita bicarakan masih kejelekan makanan, bagaimana bila yang kita bicarakan adalah kejelekan sifat orang lain. Dalam islam, hal ini disebut ghibah (menggunjing). Hal ini tentunya tidak baik. Islam melarang keras orang yang suka membicarakan aib orang lain seperti yang tertera pada Al QUran :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena
sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah
seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati?" (QS Al-Hujurat : 12)
Astagfirullah.. perumpamaan orang yang suka bergunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati. Saya pastikan disini tidak ada yang mau memakan kan(?) hehe
Ghibah ini secara tidak sadar, sering kita lakukan atau paling tidak sering kita mendengar ghibah orang-orang didekat kita. Menurut artikel yang saya baca, orang yang mendengar ucapan ghibah juga turut memikul dosa ghibah itu sendiri. Kecuali jika dia mengingkarinya dengan lisan, atau bila ada kesempatan, obrolan tersebut berusaha dialihkan dengan topik lain yang lebih bermanfaat.
“Dan apabila mereka mendengar Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka
berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi Kami amal-amal Kami dan
bagimu amal-amalmu, Kesejahteraan atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul
dengan orang-orang jahil".(Q.S. Al Qhashas : 55)
Orang-orang yang menolak ghibah atas
saudaranya mendapat balasan yang sangat besar di hadapan Allah SWT. Nabi
bersabda : "Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya,
niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api Neraka
dari wajahnya”. (Hadits Riwayat Ahmad).
Rasulullah SAW juga
pernah bersabda : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
maka hendaklah ia berbicara yang baik atau lebih baik diam saja." Wallahu
A'lam.
Namun, tidak semua hal yang membicarakan keburukan orang lain dikategorikan ghibah yang haram. Pada batas tertentu, ghibah ada yang diperbolehkan. Contohnya adalah ketika memilih seorang pemimpin, kita timbang baik buruknya agar terhindar juga suatu kemungkaran yang lebih besar. Atau jika sesorang merasa terdzalimi atau membutuhkan bantuan, boleh diceritakan kepada aparat atau pihak lain yang mempunyai wewenang mengakhiri kedzaliman tersebut.
Bagaimanapun juga, hindarkan perilaku ghibah sebisa mungkin. Jika kita berada di suatu forum yang tidak bermanfaat, isinya membicarakan aib orang lain, yang bisa kita lakukan adalah :
1. mengganti ke topik yang lebih bermanfaat
2. menjelaskan bahaya menggunjing orang lain
3. tinggalkan forum tersebut
tidak hanya pada forum kecil maupun besar, sebisa mungkin kita jauhi acara TV infotainment yang kontennya adalah membicarakan aib kehidupan artis yang sebenarnya si artis yang bersangkutan tersebut merasa terganggu terhadap pemberitaan dirinya. tidak masalah jika yang dibicarakan adalah prestasi2nya yang membuat kita ikut termotivasi. namun yang menjadi masalah disini, kebanyakan acara infotainment tersebut menyiarkan berita yang menggambarkan kejelekan public figure bahkan yangterparah ada yang mengada-ngada. hati-hati, karna hal itu dapat berujung pada fitnah.
Sedini mungkin, mari kita jaga lisan kita agar terhindar dari ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat. Wallahua'lam bishowab.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment